YOGYAKARTA, PUNGGAWANEWS – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak-anak di sebuah daycare di Kota Yogyakarta menjadi alarm keras bagi negara. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan insiden ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan cerminan dari rapuhnya sistem perlindungan anak yang selama ini luput dari perhatian serius.
“Kami menyampaikan simpati mendalam kepada anak-anak korban dan keluarga yang terdampak,” ujar Arifah, Minggu, 26 April. Ia menekankan bahwa setiap bentuk kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia yang tidak bisa dibiarkan berlalu tanpa pertanggungjawaban hukum yang tegas dan transparan.
Kementerian PPPA mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dengan melibatkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) demi memastikan korban mendapat perlindungan maksimal. Pemerintah juga menjamin pendampingan psikososial bagi korban dan keluarga mereka terus berjalan selama proses hukum berlangsung.
Kasus ini mencuat di saat kebutuhan layanan daycare melonjak tajam akibat perubahan pola kerja dan meningkatnya jumlah ibu yang aktif bekerja. Namun ironinya, pertumbuhan permintaan itu tidak diiringi kesiapan sistem yang memadai.




















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.