DENPASAR, PUNGGAWANEWS – Dhani Aditya Saputra tidak pernah menyangka bahwa kunjungan ke sebuah kantor ketika masih duduk di bangku sekolah dasar dulu ternyata menjadi awal perjalanan spiritualnya menuju Tanah Suci. Saat itu ia hanya menurut saja ketika sang ibu mengajaknya pergi, tanpa tahu apa yang sedang diurus—foto-foto diambil, berkas-berkas diproses, semua berjalan begitu saja di luar kesadarannya sebagai seorang anak kecil.

Kini, di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Dhani berdiri sebagai salah satu jemaah calon haji termuda asal Bali yang akan berangkat pada musim haji 2026. Ia baru menyadari duduk perkaranya bertahun-tahun kemudian—bahwa pada usia 12 tahun, ibunya telah mendaftarkan dia sebagai pengganti sang ayah yang belum siap menunaikan ibadah haji.

“Saat itu tidak tahu, kan karena masih kecil. Jadi awal-awal tahu ini kaget,” ujar remaja kelahiran Kabupaten Badung itu kepada Antara di Denpasar, Sabtu.

Lima tahun berselang, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bali mengumumkan bahwa nama Dhani dan ibunya masuk dalam kuota haji Bali tahun ini yang mencapai 698 orang. Dhani pun tampil mewakili jemaah termuda dalam acara pelepasan oleh Pemerintah Provinsi Bali dan Kemenhaj, karena jemaah termuda yang sesungguhnya berhalangan hadir.



Follow Widget