PUNGGAWANEWS – Zubair bin Awwam dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad yang menonjol karena keberanian dan kesetiaannya. Lahir pada 594 Masehi, ia berasal dari keluarga terpandang Quraisy. Ayahnya, Al-Awwam bin Khuwailid, wafat saat ia masih kecil, sementara ibunya, Syafiyah binti Abdul Muthalib—bibi Nabi—mendidiknya dengan disiplin tinggi dan nilai keberanian yang kuat.

Sejak usia muda, Zubair telah menunjukkan karakter tangguh. Didikan keras sang ibu membentuknya menjadi pribadi berani dan tegas. Nilai-nilai itu semakin menguat setelah ia memeluk Islam di usia sekitar 15 tahun melalui ajakan Abu Bakar. Keputusannya tersebut tidak mudah, karena ia harus menghadapi tekanan dan siksaan dari keluarganya sendiri yang menolak ajaran Islam.

Meski disiksa secara fisik, Zubair tetap teguh mempertahankan keyakinannya. Ia menolak kembali ke kepercayaan lama meski diancam nyawa. Keteguhan iman ini menjadi salah satu fondasi yang mengantarkannya sebagai bagian dari kelompok awal pemeluk Islam.

Keberanian Zubair semakin terlihat ketika beredar kabar bahwa Nabi Muhammad ditangkap oleh kaum Quraisy. Tanpa ragu, ia menghunus pedang dan mencari Nabi untuk memastikan keselamatannya. Tindakan ini mendapat pujian langsung dari Rasulullah, yang menyebut pedang Zubair sebagai salah satu yang pertama terhunus di jalan Allah.



Follow Widget