Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, Tidak semua orang yang meraih derajat haji mabrur harus menginjakkan kaki di tanah Makkah. Sebuah kisah yang diabadikan dalam kitab An-Nawadir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah Al-Qulyubi mengisahkan seorang lelaki sederhana yang justru mendapatkan predikat tertinggi dalam ibadah haji tanpa pernah berangkat ke Baitullah.

Kisah ini berawal dari mimpi Abdullah bin Al-Mubarak, seorang ulama terkemuka yang baru saja menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji. Dalam tidurnya, ia menyaksikan dua malaikat turun dari langit dan bercakap-cakap.

“Berapa orang yang datang tahun ini untuk berhaji?” tanya salah satu malaikat.

“Enam ratus ribu jemaah,” jawab yang lain.

“Berapa banyak yang diterima ibadah hajinya?”

“Tidak satu pun.”

Mendengar itu, Abdullah gemetar dan menangis dalam mimpinya. Ia tak sanggup membayangkan begitu banyak orang yang datang dari penjuru bumi yang jauh, menyusuri padang pasir yang luas, menanggung kelelahan yang panjang, namun semua usaha mereka dinyatakan sia-sia. Namun percakapan kedua malaikat itu belum selesai.



Follow Widget