Ia ditugaskan menjaga sudut-sudut kota agar tidak terjadi kekacauan — peran yang ia jalani dengan tegas namun bijaksana, mencerminkan kematangan seorang sahabat senior.

Qadisiyah: Meruntuhkan Imperium yang Dianggap Tak Tertaklukkan

Babak paling gemilang dalam riwayat Sa’ad datang di masa Khalifah Umar bin Khattab. Ketika Islam berhadapan dengan dua kekuatan raksasa dunia — Romawi di barat dan Persia di timur — Umar memilih Sa’ad sebagai panglima tertinggi menghadapi Kekaisaran Persia.

Saat menerima amanah itu, Sa’ad tidak lagi muda dan tengah menderita sakit punggung yang parah. Namun ia tidak menolak. Pada sekitar tahun 635 Masehi, ia memimpin sekitar 30.000 pasukan Muslim melawan tentara Persia yang jumlahnya lebih dari dua kali lipat, dipimpin panglima legendaris mereka, Rustum.

Karena kondisi fisiknya, Sa’ad memimpin bukan dari atas kuda, melainkan dari menara kayu yang dibangun khusus. Dari ketinggian itu ia mengatur strategi dan mengirimkan perintah ke seluruh penjuru medan selama empat hari pertempuran yang luar biasa sengit.



Follow Widget