PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 sendiri menjadi momentum strategis untuk menunjukkan arah kebijakan pangan pemerintah ke depan. Kehadiran Presiden secara langsung di lokasi peninjauan turut menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional.
Bagi petani di lapangan, kunjungan semacam ini membawa sinyal penting. Inovasi yang dipamerkan bukan sekadar etalase teknologi, melainkan gambaran arah kebijakan yang berpotensi langsung menyentuh cara mereka bertani di masa mendatang.
Pertanyaan besarnya kini bergeser dari sekadar “apakah teknologinya ada” menjadi “seberapa cepat ia bisa menjangkau petani di pelosok desa”. Jawabannya akan sangat menentukan apakah cita-cita swasembada pangan, bahkan ambisi menjadi lumbung pangan dunia, bisa benar-benar terwujud dalam beberapa tahun ke depan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.