Komoditas-komoditas ini bukan pilihan sembarangan. Keempatnya adalah kebutuhan pokok yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat desa. Menjamin ketersediaannya di tingkat koperasi desa berarti memangkas rantai distribusi yang selama ini kerap panjang dan tidak efisien.

Dudung mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pasca penandatanganan perpres. Beberapa aspek operasional koperasi desa yang masih memerlukan penanganan serius antara lain penetapan kopdes sebagai titik penyalur resmi, mekanisme alokasi dan kesinambungan pasokan, serta pemenuhan modal kerja bagi koperasi yang baru berdiri.

Tak hanya itu, aspek logistik dan pergudangan juga masih perlu dibenahi. Koperasi desa yang tersebar di ribuan titik di seluruh Indonesia membutuhkan sistem distribusi yang andal agar barang benar-benar sampai ke tangan konsumen di pelosok. Sistem transaksi yang transparan dan mekanisme pengawasan yang ketat juga menjadi bagian dari agenda yang harus segera dirampungkan.

Setelah perpres resmi berlaku, Dudung menjelaskan bahwa langkah berikutnya adalah penandatanganan perjanjian kerja sama antara seluruh pihak yang terlibat. Perjanjian ini akan mengunci komitmen masing-masing pemangku kepentingan agar koperasi benar-benar bisa beroperasi sesuai harapan, bukan sekadar berdiri di atas kertas.

Setelah seluruh perjanjian rampung ditandatangani, pemerintah berencana menggelar peluncuran resmi koperasi desa Merah Putih secara serentak. “Kemudian setelah itu nanti kita ada launching. Semua pihak saya lihat tadi sudah siap, baik harga maupun sistem pendistribusian,” tutur Dudung.



Follow Widget