“Kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan berat, tapi kita harus mulai,” kata Prabowo. Pernyataan itu sekaligus menjadi pengakuan bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, selama ini belum memiliki armada penangkapan ikan yang sepadan dengan luasnya wilayah lautnya.
Di darat, Prabowo mengarahkan penguatan ekonomi rakyat melalui jalur koperasi. Hingga saat pidato disampaikan, pemerintah telah mendirikan 10.000 Koperasi Desa Merah Putih, dengan 3.300 di antaranya disebut sudah berjalan optimal. Target akhir tahun 2026 adalah 30.000 koperasi aktif di seluruh Indonesia.
Angka itu bukan sekadar pencapaian administratif. Prabowo menegaskan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih menandai babak baru dalam sejarah ekonomi Indonesia — untuk pertama kalinya, negara akan menguasai rantai pasok secara langsung.
Selama puluhan tahun, rantai distribusi kebutuhan pokok dikuasai para pelaku pasar bermodal besar. Akibatnya, harga di tingkat konsumen bisa melonjak jauh di atas harga yang diterima petani atau nelayan. Prabowo menyebut fenomena ini sebagai bentuk manipulasi pasar yang merugikan rakyat kecil secara sistematis.
“Pasar bisa dimanipulasi, pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar,” ujarnya. Bagi Prabowo, koperasi adalah jawaban struktural atas ketimpangan itu — bukan dengan memusuhi pasar, melainkan dengan mengorganisir rakyat agar mampu berdiri setara di dalamnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.