Maka dari itu, pemerintah ingin memastikan program-program strategis bisa dieksekusi lebih cepat. Birokrasi yang lambat, tumpang tindih regulasi, dan perizinan yang berbelit-belit bukan hanya soal efisiensi—melainkan ancaman nyata bagi kepercayaan pelaku usaha yang sudah susah payah dibangun.

Di sinilah deregulasi menjadi relevan. Bukan hanya soal memangkas birokrasi demi administratif semata, tapi sebagai sinyal nyata kepada pasar bahwa Indonesia serius membuka diri dan siap bersaing.

Prabowo juga menekankan pentingnya stabilitas sebagai fondasi kepercayaan. Dalam pesan yang disampaikan melalui Prasetyo, Presiden mengajak seluruh elemen—masyarakat, pelaku usaha, hingga dunia investasi—untuk bersama menjaga kondisi dalam negeri agar tetap kondusif.

Ini bukan sekadar imbauan klise. Stabilitas ekonomi dan politik adalah prasyarat yang selalu dicermati investor asing sebelum memutuskan ke mana modal mereka akan mengalir. Ketidakstabilan, sekecil apa pun, bisa mengubah arah arus investasi dalam waktu singkat.

Tiga langkah yang disampaikan Prabowo memang terdengar familiar. Hilirisasi sudah menjadi jargon kebijakan Indonesia sejak pemerintahan sebelumnya. Deregulasi pun bukan tema baru. Namun yang berbeda kali ini adalah penekanan pada kecepatan dan integrasi antarkebijakan.



Follow Widget