Dengan hadirnya ekosistem lengkap di setiap kampung, pemerintah berharap rantai nilai perikanan bisa diperpendek secara signifikan. Nelayan tidak hanya menangkap ikan—mereka bisa menyimpan, mengolah, dan menjual dengan harga yang lebih adil.
Pertemuan di Hambalang ini juga menjadi sinyal bahwa Presiden Prabowo tidak ingin program besar ini sekadar menjadi janji kampanye yang menguap. Keterlibatan langsung kepala negara dalam meminta laporan teknis menunjukkan bahwa program Kampung Nelayan berada dalam pengawasan ketat dari pucuk pimpinan.
Tinggal dua setengah bulan menuju akhir 2026. Apakah seluruh 100 kampung benar-benar bisa beroperasi penuh sesuai target, publik—terutama jutaan nelayan Indonesia—tentu menantikan jawabannya bukan dari laporan pejabat, melainkan dari realita yang mereka rasakan sendiri di pesisir.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.