Tahap terakhir adalah magang selama dua bulan. Para peserta terjun langsung ke kementerian, lembaga pemerintah, maupun lingkungan BUMN. Di sini teori bertemu praktik: mereka menyaksikan dan ikut merasakan denyut nyata tata kelola negara dari dalam.
Pilihan Hambalang sebagai lokasi taklimat bukan tanpa makna. Tempat yang selama ini identik dengan latihan fisik dan pembentukan ketahanan mental itu menegaskan pesan yang ingin disampaikan Prabowo: bahwa memimpin BUMN di era modern memerlukan stamina, disiplin, dan tekad yang tak mudah goyah.
Visi yang menopang program ini bertumpu pada satu frasa kunci yang terus diulang Prabowo: best heart and best mind. Bukan hanya pemimpin yang pintar, tetapi juga pemimpin yang baik hatinya. Dua hal ini, menurut presiden, adalah syarat mutlak bagi siapa pun yang ingin memikul tanggung jawab mengelola perusahaan milik negara.
Batch pertama PFLP 2026 ini terdiri dari 400 peserta yang telah melalui proses seleksi. Mereka adalah orang-orang muda yang dianggap memiliki potensi untuk naik ke posisi puncak di perusahaan-perusahaan BUMN strategis. Kepercayaan yang diberikan besar — dan tuntutan yang menyertainya pun tidak kecil.
Indonesia tengah berdiri di persimpangan besar. Persaingan global semakin ketat, transformasi digital terus melaju, dan BUMN dituntut tidak hanya sehat secara finansial tetapi juga mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah rupanya menyadari bahwa tantangan sebesar itu tidak bisa dijawab dengan pemimpin yang lahir dari kompromi atau kedekatan politik semata.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.