Wajah lain yang menarik perhatian adalah KH Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu tiba dengan tenang namun memilih sangat pelit bicara kepada wartawan. Ia hanya memberikan senyum tipis dan melangkah masuk tanpa banyak komentar.
Pelantikan Wantimpres ini menandai babak baru dalam susunan lingkaran penasihat Presiden Prabowo. Dewan Pertimbangan Presiden memiliki peran strategis sebagai lembaga yang memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala negara dalam menjalankan roda pemerintahan.
Komposisi Wantimpres yang baru ini memantik beragam spekulasi. Masuknya tokoh-tokoh yang selama ini berada di luar — bahkan berseberangan dengan — lingkaran kekuasaan menjadi sinyal yang dibaca publik dengan bermacam tafsir. Apakah ini langkah rekonsiliasi? Atau strategi politik jangka panjang Prabowo untuk memperluas basis dukungan?
Yang pasti, kehadiran Rocky Gerung di Istana hari ini menjadi ironi yang tidak kecil. Selama bertahun-tahun, ia menjadi suara keras yang kerap melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan dan tokoh-tokoh penguasa. Kini, ia justru berada di sisi dalam tembok Istana — meski enggan menjawab satu pertanyaan pun dari rekan-rekan jurnalis yang pernah ia jadikan panggung.
Dari pantauan di lapangan, suasana Istana Kepresidenan Jakarta pagi ini tampak lebih ramai dari biasanya. Para wartawan dari berbagai media nasional berjejal di area yang diizinkan, berusaha mengabadikan setiap momen kedatangan tokoh yang akan dilantik.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.