Kehadiran Forkopimda dan para Kepala OPD dalam acara pelepasan ini juga memberi sinyal kuat bahwa pembinaan Pramuka di Pemalang mendapat dukungan lintas sektor. Gerakan Pramuka tidak berdiri sendiri—ia karena ekosistem yang mendukung, mulai dari pemerintah daerah, institusi keamanan, hingga dinas-dinas teknis yang turut berkepentingan dalam pembentukan karakter generasi muda.
Jambore Nasional XII 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi Gerakan Pramuka Indonesia untuk menunjukkan eksistensinya di hadapan dunia. Kehadiran kontingen dari negara-negara sahabat membuka peluang bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan Pramuka dari berbagai belahan dunia. Pertukaran budaya, bahasa, dan perspektif yang terjadi di dalam perkemahan bisa menjadi bekal berharga yang dibawa pulang oleh setiap peserta, termasuk kontingen dari Pemalang.
Bagi Kwartir Cabang Pemalang, pengiriman kontingen ke Jamnas XII adalah bukti bahwa proses kaderisasi berjalan. Para peserta yang berangkat adalah buah dari proses seleksi dan pembinaan yang tidak sebentar. Mereka adalah representasi terbaik dari Pramuka Pemalang—anggota yang telah memenuhi kualifikasi dan kesiapan untuk bersaing dan berkolaborasi di tingkat nasional.
Di tengah era digital yang kerap menggerus minat generasi muda terhadap kegiatan outdoor dan organisasi berbasis nilai, keberangkatan kontingen Jamnas ini juga menjadi pesan yang relevan. Pramuka tetap hidup, tetap diminati, dan tetap mampu mencetak generasi yang tangguh. Antusiasme yang terlihat dalam prosesi pelepasan di Pendopo Pemalang menjadi bukti nyata bahwa semangat itu belum padam.
Plt. Bupati Nurkholes menutup sambutannya dengan harapan agar seluruh anggota kontingen dapat menjalankan setiap rangkaian kegiatan Jamnas XII dengan sepenuh hati. Tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat secara aktif, membuka diri terhadap pengalaman baru, dan pulang dengan membawa cerita serta pelajaran yang bisa dibagikan kepada adik-adik Pramuka di Pemalang.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.