Bagian paling tegas dari pidatonya menyentuh soal Palestina. Prabowo tidak memberikan ruang tawar-menawar dalam soal ini. Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina, katanya, adalah prinsip yang tidak bisa dikompromikan.
Pernyataan ini bukan hal baru dari Prabowo—ia telah berulang kali mengatakannya di berbagai forum internasional. Namun pengulangan itu justru menjadi sinyal bahwa posisi Indonesia tidak akan goyah meski tekanan diplomatik dari berbagai arah terus berdatangan.
Ia membingkai dukungan itu dalam kerangka nilai-nilai kemanusiaan universal: hak setiap bangsa untuk hidup merdeka, keadilan, dan perdamaian dunia. Dengan kalimat seperti itu, Prabowo menempatkan dukungan terhadap Palestina bukan sekadar sebagai solidaritas sesama negara mayoritas Muslim, melainkan sebagai pendirian moral yang lebih luas.
PKB sendiri memiliki basis massa besar di kalangan warga Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Indonesia. Forum HUT partai ini dengan demikian bukan sekadar perayaan internal—ia adalah ruang strategis untuk menyampaikan pesan kepada konstituen yang sangat signifikan secara politik.
Kehadiran Prabowo di acara itu pun bukan sekadar gestur simbolis. Dalam konstelasi koalisi pemerintahan, PKB adalah salah satu mitra penting. Pidatonya yang menyentuh tema ekonomi konstitusional dan kebijakan luar negeri bisa dibaca sebagai upaya memperkuat narasi bersama menjelang berbagai agenda besar pemerintah ke depan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.