JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Dua puluh lima kepala daerah terbang ke Singapura bukan tanpa alasan. Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, akhirnya membuka suara soal program yang sempat menjadi sorotan publik itu—menjelaskan dari mana dananya, siapa yang memfasilitasi, dan apa yang sesungguhnya dipelajari para pemimpin daerah di negeri jiran tersebut.
Bahtra menjelaskan bahwa keberangkatan para kepala daerah itu merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas yang difasilitasi oleh Yayasan Purnomo Yusgiantoro Center bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Program ini bukan dibiayai oleh anggaran negara, melainkan bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) milik Bayan Group.
Purnomo Yusgiantoro, nama di balik yayasan tersebut, juga menjabat sebagai komisaris di Bayan Group. Posisi itulah yang kemudian menjadi jembatan antara sumber pendanaan dari korporasi dengan program pengiriman kepala daerah ke luar negeri.
“Karena kebetulan Pak Purnomo juga sebagai komisaris di Bayan Group, kemudian menggunakan CSR Bayan Group itu untuk memberangkatkan kepala daerah melalui Purnomo Yusgiantoro Center yang bekerja sama dengan Lemhannas untuk kemudian dikirim ke Singapura,” ujar Bahtra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 21 Juli 2026.
Peran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam program ini juga dipertegas oleh Bahtra. Kemendagri bertugas memberikan rekomendasi kepala daerah mana saja yang layak mengikuti pelatihan, bukan sebagai penyandang dana.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.