Tantangannya kini ada pada komunikasi. Purbaya tampaknya menyadari bahwa data yang baik saja tidak cukup jika narasi yang beredar di pasar terus menekan sentimen. Disinformasi atau pesimisme yang berlebihan bisa merusak kepercayaan investor lebih cepat dari faktor fundamental mana pun.
Itulah mengapa langkah koordinasi lebih erat dengan Bank Indonesia menjadi prioritas. Bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan juga upaya bersama untuk membangun narasi yang lebih akurat tentang kondisi ekonomi Indonesia di mata pelaku pasar domestik maupun asing.
Pasar keuangan pada akhirnya berjalan di atas dua kaki: data dan kepercayaan. Purbaya tampaknya sedang memastikan kedua kaki itu bisa berdiri kokoh—meskipun hembusan angin sentimen negatif terus mencoba menggoyahkan keseimbangannya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.