Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, misalnya, menggelar dialog bersama petani dan nelayan pada Selasa, 23 Juni, dan dalam kesempatan itu menegaskan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan sekaligus menghentikan impor beras melalui intensifikasi produksi dan perluasan areal tanam secara masif. Program cetak sawah pun terus digenjot di berbagai wilayah strategis, termasuk Papua, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo sendiri.

Khusus untuk Provinsi Gorontalo, ambisi pemerintah cukup besar. Pemerintah menargetkan perluasan lahan sawah baru hingga sekitar 5.000 hektare guna memperkuat lumbung pangan daerah ini. Target tersebut sejalan dengan agenda besar swasembada pangan yang terus didorong dari pusat hingga daerah.

Bukan hanya soal lahan, distribusi pangan nasional juga jadi perhatian khusus dalam rangkaian PENAS XVII. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turut hadir memantau langsung kesiapan distribusi serta ketersediaan pangan nasional selama acara berlangsung.

Momen kehadiran Prabowo di Gorontalo ini sekaligus mengingatkan pada kunjungan kerjanya sebelumnya. Pada 9 Mei 2026, presiden sempat datang langsung ke daerah ini untuk meresmikan proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Artinya, perhatian Kepala Negara pada sektor maritim dan pertanian Gorontalo bukan kunjungan sesaat, melainkan bagian dari rangkaian agenda yang berkelanjutan.

Selain unsur seremonial dan pidato kenegaraan, PENAS XVII juga dirancang sebagai etalase inovasi. Kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda strategis, mulai dari pertukaran inovasi dan teknologi pertanian, dialog bersama pemangku kebijakan, hingga penguatan jejaring kemitraan usaha yang mendukung peningkatan produktivitas serta kemandirian pangan nasional.



Follow Widget