Data yang dipaparkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya kepada presiden bahkan lebih mencengangkan. Peserta yang hadir berasal dari 38 provinsi dan lebih dari 400 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, mewakili sekitar 162 juta petani beserta keluarganya dan 14 juta nelayan nasional.
Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), lalu dilanjutkan dengan tarian kolosal bertema argomaritim yang dibawakan para pelajar SMA dan SMK se-Gorontalo. Setelah pembacaan doa, giliran Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Ketua Umum KTNA Nasional, Muhammad Yadi Sofyan Noor, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan laporan, sebelum akhirnya Presiden Prabowo naik ke podium menyampaikan sambutannya.
Dalam pidatonya, Prabowo tak menyembunyikan rasa terima kasihnya atas undangan untuk hadir langsung di tengah para petani dan nelayan. Ia menyebut forum ini punya arti penting karena sektor pertanian dan perikanan menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Presiden juga menyinggung kedekatan emosionalnya dengan kalangan petani dan nelayan, yang menurutnya sudah terjalin sejak lama. Sebagai mantan prajurit, Prabowo mengaku memahami betul peran penting petani dan nelayan dalam perjalanan bangsa, sebab sejak lahirnya Tentara Indonesia, para prajurit selalu didukung oleh dua kelompok ini.
Acara berskala nasional ini sejatinya bukan kegiatan satu hari. Rangkaian PENAS XVII telah dimulai sejak Sabtu, 20 Juni 2026, dan dibuka resmi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebelum presiden datang, sejumlah pejabat tinggi sudah lebih dulu turun langsung berdialog dengan peserta.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.