Perubahan itu bukan terjadi secara kebetulan. Purbaya mengungkapkan bahwa Direktur Jenderal Bea dan Cukai secara rutin menyampaikan laporan perkembangan kepadanya. Mekanisme pelaporan yang disiplin ini menjadi bagian dari upaya reformasi tata kelola yang sedang berjalan.
Pengawasan kini tidak hanya diperketat di jalur darat. Bandara-bandara di seluruh Indonesia juga menjadi titik fokus pengetatan. Ini mencerminkan pendekatan yang lebih menyeluruh—tidak memberi celah di satu pintu masuk pun bagi barang-barang ilegal untuk lolos.
Bea Cukai memang menanggung beban tugas yang tidak ringan. Sebagai institusi penjaga perbatasan ekonomi negara, mereka berhadapan langsung dengan jaringan penyelundupan yang terorganisir, mulai dari barang tekstil ilegal, rokok tanpa cukai, hingga komoditas berbahaya lainnya. Tekanan dari berbagai pihak untuk membubarkan atau merestrukturisasi lembaga ini pun terus menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Namun Purbaya memilih berdiri di sisi yang berbeda. Ia menilai, pembenahan dari dalam jauh lebih produktif ketimbang pembubaran. Kepemimpinan DJBC saat ini dinilainya cukup kompeten dan tengah berada di jalur yang benar.
“Jajaran pimpinannya saat ini relatif baik,” kata Purbaya, sebuah penilaian yang tidak ia sampaikan sembarangan mengingat posisinya sebagai atasan langsung DJBC dalam struktur Kementerian Keuangan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.