PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DP2KB Kota Makassar mendorong percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG bagi kelompok balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Hingga saat ini, pelaksanaan MBG untuk kelompok 3B tersebut masih menghadapi tantangan. Dari total 79 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang beroperasi di Kota Makassar, baru sekitar 30 hingga 40 persen yang menjalankan program tersebut secara aktif.

Kepala DP2KB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan kondisi ini menjadi perhatian serius karena kelompok 3B merupakan sasaran penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting.

“Faktanya, di Makassar baru sekitar 30 persen SPPG yang benar-benar memberikan perhatian MBG pada kelompok 3B. Ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” ujar Andi Irwan di Balai Kota Makassar, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, setiap SPPG memiliki kapasitas pelayanan yang cukup besar. Dari kuota sekitar 3.000 penerima manfaat per unit, idealnya 200 hingga 300 kuota dapat dialokasikan untuk balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui, menyesuaikan dengan kapasitas masing-masing layanan.

DP2KB Makassar juga telah melakukan langkah jemput bola dengan mendatangi unit-unit SPPG untuk memastikan kesiapan dan hambatan di lapangan. Selain itu, DP2KB telah menyodorkan data sasaran penerima manfaat kepada pihak SPPG agar penyaluran MBG dapat lebih tepat sasaran.

Saat ini, jumlah penerima MBG kategori 3B di Kota Makassar tercatat sekitar 5.800 orang. Jumlah tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan apabila seluruh SPPG menjalankan pelayanan secara maksimal.

“Kami sudah turun langsung ke lapangan, mendatangi SPPG satu per satu untuk menanyakan kesiapan mereka. Jika semua berjalan sesuai rencana, setiap unit bisa melayani hingga 300 orang kelompok rentan,” jelas Andi Irwan.

Ia menegaskan, optimalisasi MBG bagi kelompok 3B menjadi bagian penting dalam menekan angka stunting dan memperkuat kualitas kesehatan keluarga di Kota Makassar. Karena itu, koordinasi lintas lembaga dan kesiapan operasional SPPG perlu terus diperkuat.

DP2KB Makassar berharap pelaksanaan MBG dapat menjangkau lebih banyak kelompok rentan, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, sehingga manfaat program tersebut dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.



Follow Widget