PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DPPKB Kota Makassar menggelar Rapat Penyusunan Kajian Dampak Kependudukan, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis DPPKB Makassar dalam memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data kependudukan dan pembangunan keluarga.
Rapat tersebut dibuka langsung oleh Kepala DPPKB Kota Makassar. Forum ini menjadi ruang penting untuk membahas berbagai dinamika kependudukan yang memiliki pengaruh terhadap arah pembangunan daerah.
Melalui kajian tersebut, DPPKB Makassar mendorong agar setiap kebijakan dan program pembangunan disusun berdasarkan data yang akurat. Dengan dasar data yang kuat, program pemerintah diharapkan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala DPPKB Kota Makassar menegaskan bahwa isu kependudukan tidak dapat dipisahkan dari sektor pembangunan lain. Dinamika penduduk berkaitan erat dengan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perumahan, perlindungan sosial, serta kesejahteraan keluarga.
Karena itu, pemerintah membutuhkan analisis yang komprehensif untuk membaca perubahan struktur penduduk. Analisis tersebut penting agar pemerintah mampu mengantisipasi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang dalam pembangunan daerah.
DPPKB Makassar menilai Kajian Dampak Kependudukan menjadi salah satu instrumen penting dalam pembangunan berwawasan kependudukan. Kajian ini dapat membantu pemerintah melihat pengaruh pertumbuhan penduduk, persebaran penduduk, kualitas sumber daya manusia, serta kondisi pembangunan keluarga terhadap masa depan Kota Makassar.
Melalui kajian tersebut, pemerintah juga dapat memetakan kebutuhan masyarakat secara lebih detail. Data kependudukan tidak hanya menjadi angka, tetapi menjadi dasar dalam menyusun program yang benar-benar menyentuh kehidupan warga.
DPPKB Makassar mendorong agar hasil kajian ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan. Dengan demikian, kebijakan daerah dapat lebih responsif terhadap perubahan sosial dan kebutuhan penduduk.
Kajian Dampak Kependudukan juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor. Sebab, persoalan kependudukan membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah dan mitra kerja agar solusi yang dihasilkan lebih terpadu.
DPPKB Kota Makassar berkomitmen terus memperkuat pembangunan keluarga dan kependudukan melalui pendekatan yang terukur. Pendekatan berbasis data dinilai menjadi kunci agar program pemerintah tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui rapat penyusunan kajian ini, DPPKB Makassar menegaskan perannya dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup keluarga di Kota Makassar. (*)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.