Pengumuman ini disampaikan dalam suasana yang cukup memukau. Presiden Prabowo Subianto hadir dalam sebuah acara pendidikan yang menampilkan siswa-siswa dari program Sekolah Rakyat—sebuah inisiatif pemerintah untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih dan tamu kehormatan, Presiden mengaku tak kuasa menahan haru menyaksikan penampilan anak-anak yang berpidato dalam beberapa bahasa asing dengan fasih.
“Saya kagum. Terus kagum,” ujar Presiden, terkesan dengan kemampuan berbahasa sejumlah siswa yang bahkan disebutnya layak untuk dikirim ke luar negeri. Momen itu menjadi simbol kuat dari arah kebijakan pendidikan pemerintahan Prabowo: mendorong penguasaan bahasa internasional sebagai jalan keluar dari kemiskinan.
Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pendidikan adalah instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Ia menyoroti pentingnya anggaran pendidikan yang bersih dari korupsi, agar bisa digunakan sepenuhnya untuk membangun sekolah dan fasilitas belajar yang layak di seluruh pelosok Indonesia.
Di sisi infrastruktur, Mendikdasmen juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menjalankan program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah. Untuk tahun 2027, pemerintah menargetkan renovasi 100.000 unit satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang banyak memiliki sekolah dengan kerusakan parah.
Anggaran untuk program besar ini masih dalam proses pengajuan ke Kementerian Keuangan. Mendikdasmen menyebut bahwa pemerintah berharap Presiden dapat menuntaskan anggaran 2025–2026 terlebih dahulu, sehingga pelaksanaan di 2027 bisa berjalan lebih terencana dan hati-hati.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.