Posisi Komandan Upacara dalam seremoni kenegaraan sekelas HUT RI di Istana Negara bukanlah jabatan seremonial biasa. Perwira yang mengemban tugas ini bertanggung jawab penuh atas koordinasi seluruh peserta upacara, ketepatan waktu setiap prosesi, hingga ketegasan komando yang menjadi tulang punggung jalannya acara di hadapan Presiden, para pejabat negara, dan tamu undangan dari seluruh penjuru negeri.
Kolonel Inf Priyo Handoyo adalah lulusan Akademi Militer angkatan 2003. Rekam jejaknya di tubuh TNI Angkatan Darat cukup panjang dan solid. Ia pernah dipercaya memegang tongkat komando sebagai Komandan Batalyon Infanteri 613/Raja Alam, sebuah satuan tempur yang menuntut kepemimpinan lapangan yang kuat dan ketangguhan mental.
Sebelum mendarat di kursi Dandim 0733/Kota Semarang, Priyo juga pernah mengemban tugas sebagai Dandim 0908/Bontang, Kalimantan Timur. Pengalaman memimpin dua kodim di dua provinsi berbeda itu membentuk dirinya menjadi perwira teritorial yang berpengalaman luas, jauh sebelum nama Semarang melekat pada jabatannya.
Kiprahnya di Kota Semarang sendiri memperkuat citra Kodim 0733 sebagai salah satu distrik militer yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan kenegaraan. Penunjukan sebagai Komandan Upacara HUT RI di Istana Negara menjadi mahkota dari perjalanan panjang kariernya di TNI.
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara selalu menjadi tontonan nasional yang disaksikan jutaan masyarakat Indonesia, baik secara langsung maupun melalui layar televisi dan platform digital. Seluruh detail prosesi, dari dentuman meriam tanda dimulainya upacara hingga pengibaran Sang Saka Merah Putih, berada di bawah kendali komando perwira yang ditunjuk.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.