BRASTAGI, PUNGGAWANEWS – Ratusan pelajar di Brastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendadak jatuh sakit setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian yang berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026 itu mengguncang dua sekolah sekaligus—SMAN 1 Brastagi dan SMKN 1 Brastagi—dan memaksa sejumlah siswa menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, turun tangan langsung merespons insiden ini. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan sekadar biasa, melainkan bentuk kelalaian fatal yang terjadi di dapur SPPG—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi—yang bertanggung jawab menyiapkan makanan untuk para siswa.
Menurut Sudaryono, akar masalahnya teridentifikasi jelas: ratusan ekor ikan mentah yang seharusnya disimpan dalam freezer ternyata dibiarkan begitu saja pada suhu ruang selama lebih dari 12 jam. Dari total pasokan ikan yang ada, sekitar 200 hingga 300 ekor tidak dimasukkan ke dalam lemari pendingin sebagaimana prosedur yang berlaku.
Kondisi itu menciptakan lingkungan ideal bagi berkembang biaknya bakteri berbahaya. Ikan yang sudah terkontaminasi kemudian diolah dan disajikan kepada ratusan siswa yang tidak mengetahui bahaya yang mengintai di balik sajian program makan gratis pemerintah itu.
Sudaryono tak mau main-main dalam menangani kasus ini. Sanksi pertama yang dijatuhkan adalah penutupan sementara dapur SPPG yang terlibat—sebuah langkah yang ia sebut sebagai sanksi berat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.