BGN akan turun langsung mengecek apakah setiap dapur yang beroperasi sudah menjalankan prosedur sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Dapur yang belum memenuhi standar akan didorong untuk segera berbenah.
“Kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak,” tegasnya.
Persoalan daerah 3T — tertinggal, terdepan, dan terluar — menjadi perhatian khusus BGN. Nanik menyadari bahwa wilayah-wilayah ini kerap luput dari jangkauan investor maupun mitra pelaksana program MBG karena pertimbangan aksesibilitas dan ekonomi.
Untuk menjawab tantangan itu, BGN akan menggandeng berbagai pihak melalui skema kolaborasi. Program CSR dari BUMN disebut sebagai salah satu opsi yang akan dijajaki, di samping kemungkinan hibah luar negeri dan kerja sama dengan perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Untuk wilayah yang belum digarap investor, kami akan coba kerjasamakan. Bisa lewat CSR BUMN, hibah dari luar negeri, atau perusahaan-perusahaan besar yang berinvestasi di sana,” jelas Nanik.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.