“Kita tata apakah dapur ini sudah bisa melayani penerima manfaat yang ada, atau justru berlebihan,” kata Nanik.

BGN juga berencana melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program MBG. Langkah ini bertujuan memastikan program benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan intervensi gizi, bukan sekadar memperluas cakupan secara kuantitatif.

Nanik menyebut angka 63 juta penerima manfaat yang saat ini tercatat perlu dievaluasi kembali. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut bisa dikurangi di satu sisi dan ditambah di sisi lain, yakni pada kelompok yang selama ini belum tersentuh program.

“Apakah 63 juta yang sekarang ada ini benar-benar butuh semua? Atau sebetulnya bisa dikurangi, lalu kita tambah yang belum memperoleh?” ungkap Nanik.

Soal kualitas, Nanik menegaskan bahwa tahun 2026 ini BGN tidak lagi mengejar angka. Presiden, disebutnya, sudah mendapat laporan bahwa prioritas BGN kini bergeser ke penguatan standar operasional dapur-dapur yang ada.