“Penguatan kompetensi tenaga kerja, peningkatan relevansi pendidikan dan pelatihan vokasi, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi kunci untuk memanfaatkan berbagai peluang yang muncul dari transformasi ekonomi dan teknologi,” tegasnya.
Ke depan, Anwar berharap Outlook Ketenagakerjaan 2026 tidak hanya menjadi dokumen kajian biasa. Ia ingin laporan ini menjadi rujukan nyata bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah strategis.
Tujuan akhirnya jelas: memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia sekaligus menciptakan pasar kerja yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Di tengah tantangan otomatisasi dan disrupsi digital, kesiapan kompetensi tenaga kerja akan menjadi penentu apakah Indonesia bisa benar-benar menangkap peluang besar yang ada di depan mata.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.