Halal Indo bukan pameran biasa. Ajang ini dirancang sebagai platform pertemuan antara pelaku industri, regulator, investor, akademisi, dan masyarakat luas dalam satu ruang yang sama. Kemenperin akan menghadirkan Paviliun khusus yang menampilkan berbagai sektor industri wajib halal, layanan konsultasi langsung, serta Unit Pelayanan Publik (UPP).
Di luar pameran, akan digelar pula kegiatan business matching P3DN bertema halal — sebuah mekanisme yang mempertemukan langsung produsen dalam negeri dengan calon pembeli. Sesi ini diharapkan membuka peluang kerja sama nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.
Kemenperin juga menyasar generasi muda melalui Industrial Festival yang dikemas dengan format segar: coaching clinic, talkshow interaktif, hingga kuliah umum. Langkah ini mencerminkan kesadaran bahwa masa depan industri halal bergantung pada generasi yang melek potensi sektor ini sejak dini.
Tak kalah menarik, Halal Indo 2026 akan kembali menganugerahkan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) kepada para pemangku kepentingan yang dinilai paling berkontribusi dalam pengembangan industri halal. Penghargaan ini mencakup perusahaan besar, IKM, kawasan industri, lembaga pemerintah, institusi pendidikan, hingga lembaga keuangan.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyebut Halal Indo 2026 sebagai lebih dari sekadar ajang pamer produk. Menurutnya, ini adalah platform kolaborasi strategis yang produktif dan interaktif untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah halal global.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.