SINJAI, PUNGGAWANEWS – Setelah resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sinjai pada 11 Juni 2026 lalu, H. Andi Mandasini, S.IP., M.SE mulai menyusun sejumlah strategi besar untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sinjai.
Langkah awal yang menjadi fokusnya adalah membangun sinergi dan memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak eksternal, termasuk Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan serta Politeknik Pariwisata Makassar. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang akan berperan dalam pengelolaan destinasi di daerah.
“Kami akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dari kementerian maupun lembaga pendidikan pariwisata. Harapannya, dapat terjalin kerja sama yang mendukung pengembangan SDM dan tata kelola destinasi di Sinjai,” ujarnya saat ditemui di Kantor Disparbud Sinjai, Kamis (18/6/2026).
Selain membangun kemitraan, Andi Mandasini juga menaruh perhatian pada pengembangan potensi berbasis desa. Ia menilai desa-desa di Kabupaten Sinjai memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat menjadi daya tarik jika dikelola dengan baik.
Untuk itu, Disparbud Sinjai akan menggencarkan program pembinaan dan edukasi kepada masyarakat serta pemerintah desa terkait pengelolaan destinasi .
“Yang paling utama adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat dan kepala desa mengenai bagaimana mengelola desa secara baik dan berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah Pantai Mallenreng di Desa Panaikang yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan,” jelasnya.
Ia meyakini pengembangan desa tidak hanya berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang, Disparbud Sinjai juga berencana menyusun peta potensi destinasi yang ada di berbagai wilayah. Peta potensi tersebut nantinya akan menjadi bahan promosi untuk menarik minat investor maupun pihak swasta dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Sinjai.
“Potensi-potensi yang ada akan kami petakan dan kemas semenarik mungkin sehingga dapat ditawarkan kepada investor yang berminat untuk berinvestasi, tentunya dengan tetap memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku,” tambahnya.
Tidak hanya itu, dalam waktu dekat Disparbud Sinjai juga telah melakukan koordinasi dengan pengelola kawasan Agrowisata Madaya di Arabika yang berencana menggelar sebuah event di kawasan tersebut. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan promosi destinasi sekaligus menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sinjai.
Dengan berbagai langkah yang mulai disusun sejak awal masa jabatannya, Andi Mandasini berharap sektor pariwisata Sinjai dapat berkembang lebih optimal, berdaya saing, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
FadelM



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.