JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lima tersangka sudah ditetapkan. Tapi Kejaksaan Agung belum berhenti di situ — seluruh pengadaan barang di Badan Gizi Nasional kini masuk dalam radar penyidikan, menyusul terbongkarnya dugaan korupsi besar-besaran dalam program Makan Bergizi Gratis.

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, menegaskan hal itu kepada wartawan pada Senin, 15 Juni 2026. Ia menyebut pihaknya tengah bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menelusuri kewajaran setiap transaksi pengadaan yang pernah dilakukan BGN.

“Semua pengadaan kita teliti. Kita kerja sama dengan BPKP. Nanti kita lihat kewajarannya — semua kita buka,” kata Febrie.

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Kejagung sejauh ini telah mengungkap sejumlah pengadaan bermasalah yang diduga mengandung markup harga dan tidak sesuai kebutuhan program. Mulai dari motor listrik, sepatu, tablet, hingga televisi layar 75 inci — semuanya menyeret nama-nama petinggi BGN ke meja hukum.

Pengadaan motor listrik menjadi yang paling mencolok: sebanyak 21.801 unit dengan nilai total sekitar satu triliun rupiah. Angka yang fantastis untuk program yang seharusnya berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah. Selain itu, ada pengadaan 32.000 pasang sepatu yang disebut tidak sesuai kebutuhan, pembelian 31.000 lebih tablet yang dianggap menyimpang, serta 5.400 unit televisi 75 inci yang juga terindikasi markup.



Follow Widget