“Kalau kami terus menjawab pesan, kapan kami bisa bekerja?” ujar Agustina dalam konferensi pers usai rapat, menegaskan bahwa tim BGN saat ini sedang berkonsentrasi penuh pada perbaikan data dan sistem.

Terkait kabar pemotongan anggaran hingga 2 miliar dolar, Agustina enggan merespons angka tersebut. Ia hanya menyebut kalkulasi masih berjalan dan hasilnya belum bisa diumumkan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turut menyinggung keterlibatan sekolah dalam skema MBG ini. Ia menyebut penggunaan kantin sekolah sebagai bagian dari restrukturisasi menyeluruh yang sedang dirancang BGN, dan membuka kemungkinan penerapannya di zona-zona tertentu sesuai kelayakan.

Dari sisi pendidikan, rapat itu juga menyentuh isu lain yang tak kalah penting: modernisasi buku teks. Presiden menugaskan Kemendikdasmen untuk segera membentuk tim kajian buku pelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi, agar Indonesia tidak tertinggal dari konten pendidikan negara lain.

BGN berkomitmen untuk menggelar konferensi pers secara rutin setiap pekan mulai minggu depan, masing-masing dengan tema khusus. Transparansi komunikasi menjadi bagian dari upaya memperbaiki kepercayaan publik terhadap program ambisius ini.



Follow Widget