Wakil Bupati Fajar Aldila menyampaikan pesan yang tak kalah bermakna. Menurutnya, para peserta Jamnas bukan sekadar anggota Pramuka yang sedang mengikuti kegiatan. Mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan yang sedang menempa diri. Kepramukaan, dalam pandangannya, adalah proses panjang pembentukan karakter—tentang keberanian, kemandirian, persahabatan, dan kepemimpinan yang akan terus menjadi bekal sepanjang hayat.

Pernyataan itu bukan retorika kosong. Proses perjalanan menuju Jamnas sendiri sudah merupakan ujian. Mereka yang lolos seleksi telah membuktikan diri layak mewakili ratusan ribu anggota Pramuka yang ada di Kabupaten Sumedang.

Di antara 32 nama yang masuk kontingen, satu nama mencuri perhatian dari sudut yang lebih personal. Alysca Dinda Riani, siswi SMP Bina Harapan Jatigede, berhasil menembus seleksi dan menjadi bagian resmi dari Kontingen Kwarcab Sumedang untuk Jamnas XII. Pencapaian ini bukan hal kecil—Jatigede adalah salah satu kecamatan yang secara geografis berada jauh dari pusat kota, namun mampu melahirkan talenta muda yang bersaing di tingkat nasional.

Alysca tidak berangkat sendirian dalam arti sesungguhnya. Ia membawa serta harapan sekolah yang mempercayainya, kebanggaan keluarga yang mendukungnya, serta nama Jatigede dan Sumedang yang ia emban sebagai identitas. Di tengah ribuan Pramuka dari seluruh Indonesia, ia akan menjadi representasi nyata bahwa semangat kepramukaan subur bahkan di sudut-sudut yang jauh dari sorotan.

Jambore Nasional XII sendiri merupakan kegiatan besar yang diselenggarakan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka secara berkala. Ribuan Pramuka Penggalang dari seluruh provinsi di Indonesia berkumpul dalam satu wadah untuk berkegiatan, berbagi pengalaman, menjalin persahabatan lintas daerah, dan memperluas wawasan kebangsaan. Ini bukan sekadar perkemahan—ini adalah miniatur Indonesia yang hidup dan bergerak.



Follow Widget