Namun Wamendag Roro mengingatkan, menembus pasar global bukan perkara mudah. Kapasitas produksi yang besar saja tidak cukup. Kualitas produk dan kepatuhan terhadap standar internasional menjadi faktor penentu yang tak bisa diabaikan.
Tiongkok sendiri dikenal menerapkan sistem pengawasan impor pangan yang ketat melalui General Administration of Customs of China (GACC). Lembaga ini menjadi penjaga gerbang bagi produk-produk yang masuk ke pasar Tiongkok.
Kabar baiknya, Indonesia terus membuktikan diri mampu memenuhi standar tersebut. Hingga saat ini, sebanyak 2.840 pelaku usaha Indonesia telah resmi terdaftar di GACC — sebuah pencapaian yang mencerminkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk pangan dalam negeri.
Di SIAL Shanghai 2026, Indonesia hadir dengan tampilan yang cukup impresif. Paviliun Indonesia berlokasi di Hall E3, menampilkan produk unggulan dari 17 perusahaan nasional terpilih.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.