Tak berhenti di situ, Andi Sudirman juga berbicara soal disiplin dan etos kerja. Menurutnya, bergabung dalam Gerakan Pramuka bukan hanya soal keterampilan bertahan hidup di alam terbuka, tetapi juga tentang mengubah buruk menjadi karakter unggul.
Ia menegaskan bahwa Pramuka harus menghasilkan generasi yang rajin, mandiri, dan penuh rasa hormat. “Kalau dulunya malas lalu masuk Pramuka, tidak boleh malas, harus respek,” katanya dengan nada tegas namun tetap hangat.
Puncak dari amanat Andi Sudirman adalah sebuah pernyataan yang langsung menyentuh identitas para peserta. Ia menyebut seluruh anggota Pramuka sebagai cikal bakal Indonesia Emas — generasi yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa depan.
“Saya yakin anak Pramuka anak yang mandiri,” ujarnya penuh keyakinan.
Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun ini mengusung tema “Bersama Mengabdi, Berkarya, dan Menjaga Alam untuk Indonesia.” Sebuah tema yang, menurut Andi Sudirman, bukan sekadar rangkaian kata indah di spanduk upacara, melainkan sebuah panggilan untuk bertindak.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.