Pesan itu bukan sekadar basa-basi. Andi Sudirman menyinggung satu hal yang menurutnya menjadi fondasi utama kehidupan bermasyarakat: kepercayaan. Ia mengingatkan bahwa integritas bukan nilai abstrak, melainkan sesuatu yang dibangun dari setiap tindakan kecil sehari-hari.

Ia memperingatkan bahwa kebohongan adalah jebakan yang terus membesar. Satu dusta, katanya, akan melahirkan dusta berikutnya hingga seseorang kehilangan satu hal paling berharga dalam hidupnya — kepercayaan orang lain.

“Semua membutuhkan trust. Kalau tidak dipercaya, apa pun yang kita perlihatkan, semua orang abai,” tegasnya.

Gubernur yang dikenal dekat dengan kalangan muda itu juga menyentuh soal semangat pantang menyerah. Ia menggambarkan anggota Pramuka sebagai sosok yang tidak pernah kehabisan akal, selalu menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan, dan tetap kompak dalam kebersamaan.

“Anak Pramuka tidak mati akal, tidak kehabisan ide, kasih sayang ke sesama, dan selalu kompak,” ujarnya, disambut antusias peserta upacara.



Follow Widget