Summarize the post with AI

Di pasar berjangka internasional, harga kontrak CPO untuk pengiriman Juli 2026 di Bursa Malaysia Derivatives naik 34 ringgit per ton atau sekitar 0,76 persen menjadi 4.484 ringgit per ton pada perdagangan Senin, 20 April.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Eddy Martono, menilai kenaikan harga CPO masih dalam batas yang dapat dimaklumi karena mencerminkan pembengkakan biaya produksi secara menyeluruh. Ia menunjuk konflik di Timur Tengah sebagai salah satu faktor yang mendorong naiknya harga minyak bumi dunia, yang kemudian merembet ke seluruh rantai produksi. Biaya angkutan dan asuransi dilaporkan melonjak hingga 50 persen, ongkos pupuk naik sekitar 30 persen, dan biaya bahan bakar industri bahkan meningkat hampir 100 persen. Kombinasi faktor-faktor itulah yang pada akhirnya mendorong harga minyak nabati, termasuk minyak goreng, terus bergerak naik.



Follow Widget