Summarize the post with AI
JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Tekanan dari pasar komoditas global mulai terasa hingga ke dapur rumah tangga. Harga minyak goreng di berbagai penjuru Indonesia tercatat merangkak naik, seiring menguatnya harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional.
Badan Pusat Statistik mencatat sebanyak 207 kabupaten dan kota atau sekitar 57,5 persen wilayah di Indonesia mengalami kenaikan harga minyak goreng pada pekan ketiga April 2026. Angka ini melonjak dibanding pekan sebelumnya yang hanya mencakup 177 daerah. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut kenaikan tersebut cukup signifikan. “Pada minggu kedua itu hanya 177 kabupaten/kota, sekarang menjadi 207 kabupaten/kota, jadi peningkatannya cukup banyak sekali,” katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara daring, Senin, 20 April.
Secara nasional, rata-rata harga minyak goreng naik 1,21 persen dibanding Maret 2026, dari Rp19.358 menjadi Rp19.592 per liter. Kesenjangan harga antardaerah terbilang lebar. Di Kabupaten Intan Jaya, Papua, harga minyak goreng menyentuh Rp60.000 per liter, sementara di daerah lain masih bisa ditemukan di kisaran Rp15.500 per liter. Minyakita, produk minyak goreng subsidi pemerintah, juga tercatat berada di angka Rp15.982 per liter, melampaui batas harga eceran tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan turut mencatat kenaikan harga minyak goreng kemasan bermerek premium, dari Rp21.712 pada Jumat, 17 April, menjadi Rp21.755 per liter pada Senin, 20 April. Bila dibandingkan dengan posisi sebulan lalu pada 17 Maret 2026 di angka Rp21.237 per liter, kenaikannya mencapai 2,44 persen.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.