SINJAI, PUNGGAWANEWS – Ketua Umum BPC HIPMI Sinjai, Affandi Risqan Anshar, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sinjai yang mencapai 11,14 persen pada Triwulan I Tahun 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan dan menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 5,19 persen.

Menurut Affandi, lonjakan pertumbuhan ekonomi yang meningkat lebih dari dua kali lipat tersebut merupakan capaian yang patut disyukuri dan menjadi indikator positif bagi perkembangan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Sinjai yang mencapai 11,14 persen tentu patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan berkembang ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menilai, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus berupaya meningkatkan kapasitas usaha melalui berbagai inovasi dan terobosan.

Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah karena menjadi sektor yang paling dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

“Para pelaku UMKM terus menunjukkan semangat untuk berkembang dan naik kelas. Berbagai inovasi yang dilakukan menjadi salah satu faktor yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Selain itu, Affandi juga menyoroti dampak positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai program tersebut memberikan efek ekonomi yang cukup besar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sinjai.

Menurutnya, program MBG membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, untuk terlibat dalam rantai pasok kebutuhan pangan dan logistik.

“Program MBG turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. Di Sinjai, kami melihat peluang besar bagi UMKM untuk menjadi pemasok atau supplier dalam program tersebut sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, Affandi berharap capaian pertumbuhan ekonomi yang positif ini dapat terus dipertahankan. Untuk itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Sinjai agar semakin membuka ruang bagi investor dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan usahanya di daerah.

Selain kemudahan investasi, peningkatan kualitas infrastruktur juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi

“Kami berharap pemerintah terus memberikan dukungan kepada pelaku usaha serta memperbaiki infrastruktur yang menunjang mobilitas barang dan jasa. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai dapat terus terjaga dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 11,14 persen menjadi sinyal positif bagi pembangunan daerah dan menunjukkan bahwa Sinjai memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Sulawesi Selatan.