Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, MAKASSAR — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia terus mematangkan segala kesiapan penyelenggaraan ibadah haji musim 2026, termasuk memastikan kelancaran pemberangkatan jemaah dari seluruh penjuru tanah air menuju Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, menegaskan bahwa dinamika yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah tidak akan mengganggu agenda keberangkatan jemaah haji Indonesia. Menurutnya, pemerintah Indonesia bersama otoritas Arab Saudi telah berkoordinasi penuh guna memastikan seluruh tahapan pemberangkatan berjalan sebagaimana mestinya.
“Situasi di kawasan memang masih terus kami pantau, namun koordinasi dengan pihak Arab Saudi berjalan baik dan seluruh jadwal keberangkatan dipastikan tetap normal,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis, 2 April 2026.
Ikbal menjelaskan, acuan penyelenggaraan haji tahun ini merujuk pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025 yang telah mengalami pembaruan pada Maret 2026. Regulasi tersebut menjadi landasan resmi dalam menetapkan jadwal pemberangkatan maupun pemulangan jemaah dari dan ke Indonesia.
Kemenhaj RI juga telah merilis secara resmi alur lengkap perjalanan ibadah haji bagi seluruh jemaah, mulai dari tahap masuk asrama, proses keberangkatan menuju Tanah Suci, hingga kepulangan kembali ke Indonesia.
Berikut rangkaian jadwal haji 2026 untuk Embarkasi Makassar:
Ketentuan tersebut turut mencakup jadwal khusus bagi jemaah yang tergabung dalam Embarkasi dan Debarkasi Makassar, sehingga calon jemaah dari wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya dapat mempersiapkan diri secara lebih terencana dan matang.
Berikut rangkaian jadwal haji 2026 untuk Embarkasi Makassar:
21 April 2026 (4 Zulkaidah 1447 H): Jemaah mulai masuk Asrama Haji Sudiang Makassar
22 April 2026 (5 Zulkaidah 1447 H): Pemberangkatan perdana gelombang I menuju Madinah
1 Mei 2026 (14 Zulkaidah 1447 H): Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah dimulai
6 Mei 2026 (19 Zulkaidah 1447 H): Penutupan keberangkatan gelombang I
7 Mei 2026 (20 Zulkaidah 1447 H): Awal pemberangkatan gelombang II menuju Jeddah
15 Mei 2026 (28 Zulkaidah 1447 H): Akhir pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah
21 Mei 2026 (4 Zulhijah 1447 H): Penutupan keberangkatan gelombang II sekaligus akhir kedatangan di Jeddah
Pada fase puncak ibadah, jemaah akan menjalani prosesi utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
25 Mei 2026 (8 Zulhijah 1447 H): Pergerakan jemaah dari Makkah ke Arafah
26 Mei 2026 (9 Zulhijah 1447 H): Pelaksanaan wukuf di Arafah
27 Mei 2026 (10 Zulhijah 1447 H): Hari Raya Iduladha
28–30 Mei 2026 (11–13 Zulhijah 1447 H): Hari Tasyrik
Usai seluruh rangkaian ibadah, pemulangan jemaah dilakukan secara bertahap.
1 Juni 2026 (15 Zulhijah 1447 H): Awal pemulangan gelombang I dari Jeddah
1 Juni 2026: Kedatangan perdana gelombang I di Indonesia
7 Juni 2026 (21 Zulhijah 1447 H): Pergerakan awal gelombang II ke Madinah
15 Juni 2026 (29 Zulhijah 1447 H): Akhir pemulangan gelombang I
16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Awal pemulangan gelombang II bertepatan Tahun Baru Hijriah
16 Juni 2026: Kedatangan awal gelombang II di Tanah Air
21 Juni 2026 (6 Muharam 1448 H): Penutupan pergerakan gelombang II ke Madinah
30 Juni 2026 (15 Muharam 1448 H): Akhir pemulangan gelombang II
1 Juli 2026 (16 Muharam 1448 H): Seluruh jemaah tiba kembali di Indonesia

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.