Pesan Gubernur tidak berhenti di angka. Ia secara tegas meminta kontraktor pelaksana untuk bekerja sesuai standar dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Tidak ada ruang untuk kompromi kualitas, apalagi mengingat proyek ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat petani.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi jalannya pembangunan. Pengawasan publik dinilai penting agar hasil pekerjaan tidak hanya tuntas secara administratif, tetapi benar-benar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh petani di lapangan.

Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menyambut program ini dengan penuh syukur. Bagi pemerintah daerah Sinjai, dimulainya rehabilitasi tiga titik irigasi ini bukan sekadar proyek infrastruktur — ini adalah harapan nyata bagi petani yang bertahun-tahun berjibaku dengan keterbatasan air.

“Terima kasih Bapak Gubernur atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Sinjai. Kami berharap dengan tuntasnya perbaikan di tiga titik ini, manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya para petani, sehingga sektor pertanian di Sinjai semakin maju dan produktif,” ungkap Ratnawati.

Pernyataan Bupati itu mencerminkan betapa besar ketergantungan sektor pertanian Sinjai terhadap ketersediaan air irigasi. Selama jaringan pengairan tidak berfungsi baik, produktivitas lahan pun sulit ditingkatkan, berapapun luasnya hamparan sawah yang tersedia.



Follow Widget