Evakuasi massal yang terlihat di berbagai wilayah berlangsung dalam suasana panik namun sebagian besar tertib. Aparat setempat dan relawan dilaporkan turut membantu mengarahkan warga menuju titik-titik evakuasi yang telah ditentukan. Jalur-jalur menuju perbukitan menjadi penuh sesak kendaraan dalam waktu singkat setelah peringatan dini dikeluarkan.
Kejadian ini kembali mengingatkan publik akan tingginya risiko bencana di kawasan Indonesia timur, khususnya NTT dan Sulawesi Selatan, yang berada di jalur lempeng tektonik aktif. Gempa dengan magnitudo sebesar ini berpotensi memicu tidak hanya tsunami, tetapi juga kerusakan infrastruktur di wilayah episenter dan sekitarnya.
Hingga laporan ini diturunkan, BMKG masih terus memantau perkembangan dan belum mencabut status peringatan dini tsunami untuk seluruh wilayah terdampak. Masyarakat di kawasan pesisir NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara diminta untuk tidak kembali ke tepi pantai sebelum ada pengumuman resmi dari pihak berwenang.
Pemerintah daerah dan tim SAR nasional disebut tengah bergerak menuju lokasi terdampak untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat. Koordinasi lintas lembaga diaktifkan guna memastikan respons bencana berjalan cepat dan terorganisir.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.