Gelombang yang muncul silih berganti terekam dari pukul 04.11 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Rentang waktu tersebut menjadi fase paling kritis bagi warga yang masih berada di zona merah pesisir.
Di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sebuah video yang dikirimkan warga lokal memperlihatkan kondisi yang lebih dramatis. Air laut tampak naik dan bergerak masuk ke kawasan pesisir dengan ketinggian bervariasi. Suara kepanikan dan teriakan terdengar dalam rekaman tersebut, menggambarkan betapa cepatnya situasi berubah setelah gempa mengguncang.
BMKG menetapkan dua status ancaman berbeda untuk sejumlah wilayah. Status “Siaga” diberlakukan di wilayah Manggarai Utara, bagian utara Nagekeo, dan Flores Timur di NTT, serta Jeneponto di Sulawesi Selatan. Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki potensi dampak lebih besar dari gelombang yang terbentuk akibat gempa tersebut.
Sementara itu, status “Waspada” ditetapkan untuk tiga provinsi. Di NTT, status ini berlaku di kawasan Flores Timur. Di NTB, wilayah Bima dan Dompu masuk dalam kategori ini. Sedangkan di Sulawesi Selatan, kawasan Bajo turut masuk dalam daftar wilayah berstatus waspada.
BMKG mengimbau seluruh masyarakat di kawasan terdampak untuk tetap tenang namun tetap waspada. Warga diminta menjauhi bangunan yang berpotensi runtuh akibat gempa susulan, segera menjauh dari garis pantai, dan bergerak menuju tempat yang lebih tinggi hingga status peringatan dini resmi dicabut.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.