Mekanisme distribusi resmi ini dirancang justru agar jemaah tidak perlu repot membawa zamzam dari Arab Saudi. Dengan begitu, proses kepulangan pun dapat berjalan lebih cepat dan lancar tanpa hambatan di bandara.

Selain soal zamzam, Kementerian Haji dan Umrah juga merinci sejumlah hal yang perlu dipersiapkan jemaah menjelang kepulangan. Paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta barang kebutuhan selama penerbangan harus disimpan di tempat yang aman dan mudah dijangkau.

Jemaah juga diminta memperhatikan ketentuan berat dan jenis barang bawaan sesuai aturan maskapai penerbangan. Kelebihan berat atau barang terlarang bisa menjadi sumber masalah tersendiri saat proses check-in di bandara.

Faktor kesehatan menjadi perhatian khusus pemerintah. Kondisi cuaca di Mekah yang masih cukup terik membuat jemaah dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, dan menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.

Jemaah juga diimbau tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sunnah tambahan apabila kondisi fisik tidak mendukung. Pesan ini terutama ditujukan kepada jemaah lanjut usia, jemaah penyandang disabilitas, jemaah perempuan, serta mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi.