“Kalau dulu itu, yayasan-yayasan dibentuk, titik ditentukan, ya akhirnya kerja sama korupsi. Itu yang kita bersihkan,” tegasnya. Ia menambahkan, jika ada kesalahan yang dilakukan secara sengaja dan buktinya sudah terang-benderang, maka perkara itu bisa dibawa ke pengadilan.
Tidak ada lagi ruang bagi perantara atau kongkalikong yang berujung pada korupsi. Pernyataan itu bukan sekadar retorika, setidaknya begitu kesan yang ingin ditampilkan pemerintah dalam rapat koordinasi tersebut.
Di sisi pengawasan teknis, Kepala BGN Sudaryono mengungkap rencana pemasangan kamera CCTV di setiap dapur SPPG yang terhubung langsung ke pusat BGN. Lebih dari sekadar kamera biasa, sistem CCTV ini akan dilengkapi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk memantau kepatuhan terhadap standar operasional prosedur di setiap dapur.
Sudaryono menjelaskan bahwa saat ini BGN tengah menjalankan piloting di sekitar 70 dapur untuk menguji konektivitas CCTV tersebut. Sistem AI yang ditanamkan akan memantau apakah SOP pengolahan bahan makanan, persiapan, hingga pencucian peralatan dijalankan sebagaimana mestinya.
“Jadi semua dapur itu sudah punya CCTV, hanya CCTV-nya belum terkoneksi, hanya dikonsumsi oleh internal dari dapur itu,” kata Sudaryono, seraya menjelaskan bahwa sistem terpusat sedang dalam tahap pengembangan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.