JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan hampir dua tahun mendapat perhatian serius dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bukan sekadar evaluasi rutin, pemerintah kini menetapkan empat langkah konkret untuk memastikan program ambisius ini benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Langkah pembenahan ini diumumkan usai Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program MBG yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa momentum dua tahun pemerintahan Prabowo menjadi titik tolak untuk memperbaiki berbagai kelemahan yang masih ada dalam pelaksanaan MBG di lapangan.
“Memasuki dua tahun pemerintahan, arahan Presiden, MBG segera diimplementasikan secara merata, terutama di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu.
Empat langkah yang menjadi prioritas pemerintah mencakup percepatan pemerataan MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T, perbaikan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan keamanan dan mutu gizi makanan, serta penertiban data penerima manfaat sekaligus pemberantasan penyimpangan.
Soal pemerataan ke wilayah 3T, Badan Gizi Nasional tidak tinggal diam. Pada 2 Oktober 2026, BGN mengaktivasi 480 SPPG baru di 16 provinsi kawasan Indonesia timur. Dua pekan berselang, tepatnya 14 Oktober 2026, dilakukan aktivasi tahap kedua dengan membuka 980 SPPG baru yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Bali.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.