Kedua, mendorong pergerakan orang sekaligus menggerakkan roda ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi. Kedua sektor ini saling berkaitan erat, sebab semakin banyak orang bepergian, semakin besar pula perputaran uang di destinasi .
“Kami berharap insentif ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor transportasi, pariwisata, serta perekonomian nasional,” kata Dudy.
Meski memberikan kemudahan tarif, Kemenhub menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Dudy menyebut, layanan transportasi yang aman dan nyaman harus tetap diutamakan di tengah lonjakan jumlah penumpang selama periode liburan.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar segera merencanakan perjalanan dan memanfaatkan periode diskon ini sebaik mungkin. Sebab, masing-masing moda transportasi memiliki jangka waktu penerapan diskon yang berbeda-beda, sehingga penting untuk dicermati sebelum membeli tiket.
Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat yang sebelumnya menahan rencana liburan karena pertimbangan biaya kini punya alasan lebih untuk segera mengatur jadwal perjalanan. Momentum libur sekolah hingga Nataru tahun ini pun diprediksi akan diwarnai mobilitas yang tinggi, seiring insentif tarif yang digelontorkan pemerintah.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.