MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Jabatan bupati Gowa resmi berganti tangan. Darmawansyah Muin dilantik sebagai Bupati Gowa untuk sisa masa jabatan 2025–2030 oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Rabu, 28 Oktober 2026, di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar. Pelantikan ini menjadi penanda babak baru kepemimpinan di salah satu kabupaten terbesar di Sulawesi Selatan itu.
Pelantikan Darmawansyah bukan datang tiba-tiba. Prosesnya berawal dari Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang secara resmi memberhentikan Sitti Husniah Talenrang dari kursi Bupati Gowa. SK itu ditetapkan pada 14 Oktober 2026, dan menjadi dasar hukum bagi transisi kepemimpinan yang berlangsung pekan ini.
Sebelum dilantik sebagai bupati definitif, Darmawangsyah sebenarnya bukan wajah baru di pemerintahan Gowa. Ia sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas atau Plt Bupati Gowa, menjalankan roda pemerintahan kabupaten sambil menunggu proses hukum dan administrasi pusat berjalan. Kini, statusnya berubah dari pelaksana tugas menjadi pejabat definitif yang sah.
Keabsahan pelantikan itu diperkuat dengan pembacaan SK Menteri Dalam Negeri oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel, Yarham Yasmin. SK tersebut ditetapkan di Jakarta pada 27 Oktober 2026, sehari sebelum pelantikan digelar. Yarham membacakan diktum pengangkatan secara lengkap di hadapan para tamu undangan dan pejabat yang hadir.
Dalam pembacaan SK itu, Yarham menegaskan bahwa Darmawangsyah resmi diangkat sebagai Bupati Gowa untuk masa jabatan 2025–2030, terhitung sejak tanggal pelantikan hingga akhir periode tersebut. Bersamaan dengan itu, SK yang sama juga secara otomatis memberhentikan Darmawangsyah dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Gowa. Seorang pejabat tidak bisa sekaligus menjabat dua posisi, maka jabatan lama pun lepas begitu jabatan baru resmi disandang.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan ucapan selamat langsung kepada Darmawangsyah usai prosesi pelantikan. Ia berharap kepemimpinan baru di Gowa dapat berjalan dengan baik dan mendapat kemudahan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam mengemban amanah rakyat.
Namun ucapan selamat itu bukan sekadar basa-basi seremonial. Andi Sudirman sekaligus menitipkan sejumlah agenda prioritas yang harus dikawal Bupati baru. Salah satu yang paling ditekankan adalah kelanjutan program Multi Years Project atau MYP, yakni paket pembangunan infrastruktur jangka panjang yang mencakup perbaikan dan pelebaran jalan demi memperlancar akses masyarakat di berbagai penjuru Kabupaten Gowa.
Selain infrastruktur jalan, pembangunan rumah sakit juga masuk dalam daftar prioritas yang harus segera dikawal. Gubernur menegaskan bahwa proyek tersebut membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Gowa dan menjadi bagian dari kolaborasi antara pemprov dan pemkab dalam urusan pelayanan dasar masyarakat. Pembangunan fasilitas kesehatan itu disebutnya sudah berjalan dan harus terus dijaga kelancarannya.
Tak kalah penting, Andi Sudirman menyoroti soal serapan anggaran. Ini kerap menjadi titik lemah banyak daerah, termasuk dalam pengelolaan proyek-proyek strategis. Untuk itu, Pemprov Sulsel berjanji akan menurunkan tim khusus guna mendampingi Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mempercepat realisasi anggaran, agar program yang sudah direncanakan tidak mangkrak di atas kertas.
Darmawangsyah Muin kini memikul tanggung jawab yang tidak ringan. Ia mewarisi sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, penuntasan proyek kesehatan, hingga memastikan anggaran daerah terserap dengan efektif dan tepat sasaran. Semua itu harus dilakukan di tengah sisa masa jabatan yang sudah berjalan.
Gowa adalah kabupaten dengan posisi strategis, berbatasan langsung dengan Kota Makassar dan menjadi salah satu penyangga kawasan metropolitan Mamminasata. Keputusan-keputusan yang diambil di sana berdampak langsung bagi ratusan ribu warga yang menggantungkan harapan pada pemerintah daerah mereka.
Dengan pelantikan hari ini, Darmawangsyah tak lagi berstatus pejabat sementara yang hanya mengisi kekosongan. Ia kini bupati definitif dengan legitimasi penuh, dan tugas pertamanya adalah membuktikan bahwa pergantian kepemimpinan ini membawa perubahan nyata bagi masyarakat Gowa.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.