MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Tepat di Hari Sumpah Pemuda ke-98, sebuah angka mencengangkan diumumkan dari panggung GOR Sudiang, Makassar, sekitar 44 ribu anak dari keluarga miskin kini duduk di bangku Sekolah Rakyat, program pendidikan Kementerian Sosial yang baru genap satu tahun berjalan.

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat pada Rabu, 28 Oktober 2026, bukan sekadar seremonial. Di bawah tema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita,” acara ini menjadi ajang pembuktian bahwa program yang lahir dari instruksi Presiden Prabowo Subianto itu bukan hanya besar dalam angka, tetapi juga mulai berbuah nyata di lapangan.

Sekitar 7.000 peserta hadir langsung di GOR Sudiang. Puluhan ribu lainnya mengikuti acara secara daring dari Sekolah Rakyat dan sentra Kemensos yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul, memimpin peringatan bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan program biasa. Ia menyebut program ini sebagai titik temu tiga pasal dalam konstitusi Indonesia, yakni Pasal 31 tentang hak pendidikan, Pasal 34 ayat (1) tentang perlindungan fakir miskin, dan Pasal 33 UUD 1945 tentang perekonomian nasional.

“Di Sekolah Rakyat, ketiga pasal itu bertemu dalam satu tubuh, seorang anak,” kata Gus Ipul di hadapan ribuan peserta.



Follow Widget