CIBUBUR, PUNGGAWANEWS – Ada momen dalam hidup ketika seseorang menyadari bahwa doanya dulu tidak pernah diabaikan — hanya sedang menunggu waktu yang tepat. Malam itu, di hadapan ribuan anggota Pramuka dari seluruh Indonesia, Raim Laode membuktikannya sendiri.
Penyanyi asal Sulawesi Tenggara itu berdiri di panggung Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur sebagai bintang tamu Jambore Nasional XII Tahun 2026. Bukan sebagai peserta yang dulu ia impikan, melainkan sebagai tamu kehormatan yang disambut riuh oleh ribuan anak muda berseragam cokelat.
Sejak kecil, Cibubur adalah nama yang ia sebut dalam doa. Waktu masih menjadi Penggalang di Sulawesi Tenggara, impiannya sederhana: bisa hadir di Jambore Nasional atau Raimuna Nasional di Cibubur. Tapi waktu terus berjalan, sekolah berlalu, kuliah datang, dan kesempatan itu tak pernah tiba dalam bentuk yang ia bayangkan.
Namun doa, kata Raim, tidak pernah benar-benar tidak terkabul. “Doa itu tidak pernah tidak terkabul. Dia hanya mengantri,” ucapnya pelan di atas panggung, dan keheningan sesaat menyelimuti ribuan peserta yang duduk menyimak.
Kalimat itu bukan sekadar hiburan. Itu adalah kesaksian hidup seorang pria yang bersama Pramuka, menapaki jalan berliku, dan kini berdiri di tempat yang dulu hanya ada dalam doanya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.