Sektor hilirisasi menjadi salah satu andalan dalam menarik investasi berkualitas. Dari total investasi masuk, 29,7 persen atau sekitar 300,1 triliun rupiah berasal dari sektor hilirisasi, 6,9 persen. Hilirisasi mineral masih mendominasi dengan nilai 206,5 triliun rupiah, namun pemerintah juga mendorong hilirisasi di sektor perkebunan, kehutanan, dan minyak bumi—karena daya serap tenaga kerjanya jauh lebih besar meski nilai investasinya lebih kecil.
Untuk memperlancar arus investasi, pemerintah tengah mengintegrasikan 18 kementerian dan lembaga ke dalam sistem Online Single Submission (OSS). Proses integrasi ini memang membuat sistem agak berat dan lambat untuk sementara waktu, namun pihak Danantara memastikan bahwa dengan dukungan anggaran yang baru diterima, sistem OSS akan segera diperbarui menggunakan teknologi kecerdasan buatan, big data, dan blockchain.
Satu lagi inovasi yang diperkenalkan adalah platform Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), sebuah sistem pemantauan data terintegrasi dari berbagai kementerian. Melalui DSI, pemerintah kini dapat memantau arus ekspor secara real-time—dari pelabuhan mana barang keluar, berapa harganya, berapa volumenya, dan ke negara mana tujuannya. Hasilnya cukup mencolok: celah antara harga yang dilaporkan dengan harga indeks pasar internasional kini semakin menyempit, yang mengindikasikan berkurangnya praktik transfer pricing ilegal.
Di bidang infrastruktur keuangan, pemerintah juga tengah mempersiapkan Indonesia International Finance Center (IIFC) atau yang dikenal sebagai Pusat Keuangan Internasional Indonesia (PKII). Rencananya, fasilitas ini akan beroperasi pertama di Jakarta, kemudian diperluas ke Bali. Dalam sebuah forum di Bali yang mengundang 70 pelaku family office Asia, ternyata 110 peserta hadir dan merespons positif—sebuah sinyal kuat bahwa kepercayaan investor global terhadap Indonesia sedang .
Danantara juga melaporkan bahwa lembaga ini telah mendapatkan penilaian kredit dari lembaga-lembaga internasional seperti S&P, Moody’s, dan Fitch, dengan hasil yang setara dengan peringkat kedaulatan pemerintah Indonesia. Ini berarti kepercayaan komunitas keuangan global terhadap kendaraan investasi strategis negara ini sudah berada di level yang sangat tinggi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.